Kaos Batak Do Au, Inspirasi Anak Muda Batak Medan

Bagi biasanya anak jejaka, Pakaian kaos (T-shirt) benar-benar telah jadi kategori baju primer. Tak barangkali rasanya di zaman touchscreen ini kita tidak mempunyai variant pakaian tersebut di lemari kita, kan?

Kaos Batak Do Au, Inspirasi Anak Muda Batak Medan

Tapi sampai dikala ini, pakaian kaos yg mengangkat budaya batak sendiri, tampaknya tetap kurang. Menyaksikan kenyataan yg begitu, tiba-tiba terpikirlah sang owner, Roy Romero Munthe di thn 1998 membuat desain-desain bertopik batak. Nyata-nyatanya, sampai kini juga, Outlet Batak Do Au yg saat ini di buka di Pajus Mansyur sebelah Raz Plaza, mempunyai pangsa pasar yg bagus.

Theresia Simatupang, Marketing dan Promotion Kaos Batak Do Au mengemukakan, Roy-lah yg memang lah sedari dahulu teramat gemar budaya batak & tidak jarang berkumpul bersama para budayawan di Taman Budaya Medan, berpikir dengan cara apa mengangkat budaya batak yg tidak tidak sedikit ketahuan orang dalam kaos ciptaannya, supaya budaya ini tidak tergerus era yg kian hri makin modern. Sekaligus menghilangkan mindset dari biasanya orang yg menyampaikan jika orang batak itu kasar.

"Dari lalu sampai sekarang, jikalau kami membuat design kaos batak do au ini, kami senantiasa meminta kritik & saran dari para budayawan yg kami kenal. Tujuannya teramat terang, supaya kata-kata ataupun gambar di dalam kaos, tidak lari dari arti yg sesungguhnya," kata Tere lagi.

Atas basic itulah ucap Tere, dgn bekal awal se gede Rupiah 500.000, Roy mulai sejak memasarkan produknya. Yang Merupakan permulaan, melalui web yg didesainnya sendiri, ia cobalah memasarkan product sablonnya sendiri dengan cara online di th 1998. Ditakutkan belum bakal di terima warga, sebab itu kala itu tak segera dibuat dengan cara massal.

"Dulu, baru 1-2 potong yg dikerjainnya. Sebab tetap baru, takutnya belum sanggup di terima pengguna," kata Theresia.

Lumayan lama perjalanan mereka dalam mengedukasi anak jejaka batak biar mencintai budayanya sendiri sampai di thn 2006 dulu, mereka mulai sejak mempunyai kios sendiri di Pajus USU yg sebelum terbakar.

Batak Do Au
sampai sekarang, kaos yg dijualnya beromzet Rupiah 30 Juta per bln. Bersama begitu juga, mereka makin bersemangat dgn bisnis Kaos ini sebab sekaligus mengusahakan buat mengangkat budaya batak. Walau bersama design mutakhir tetapi tak asal design. Costumer serta teredukasi lantaran lewat kaos unik tersebut, mereka terus bercerita berkenaan budaya batak & tentunya konsisten tak menghilangkan keoriginalan artinya.

"Desain kaos kami, tak kuno oleh sebab itu tidak sedikit anak jejaka yg beli di sini. Biarpun begitu, warna khas suku batak yg terdiri dari merah, putih, & hitam pastinya pula tidak kami hilangkan," terang Tere seterusnya.

Tidak Cuma itu, kekhasan dari rancangan kaos mereka merupakan sablonnya. Mereka pilih buat menyablon kaosnya bersama sablon manual yg bertujuan biar tidak enteng luntur. Faktor yang lain dikatakan Theresia, supaya lebih terkesan ekslusif, mereka meletakkan satu gambar/tulisan yg berukuran agung di sudut depan kaos.Di sektor belakang, masih dibiarkan polos.

"Gambar penting itu yg kita tonjolkan. Sebab Itu tak ada tulisan panjang dibagian belakang kaos. Agar kaosnya berikan kesan ekslusif. Jikalau costumer ingin tahu berkenaan sejarahnya, sanggup tanya-tanya ke kita di Instagram @kaosbatakdoau atau di lihat di google," tuturnya lagi.

Melalui rancangan T-Shirt yg mereka ciptakan, mereka sudah bercerita berkenaan budaya batak. Sehingga dari itu, mereka berharap biar para pemuda khususnya yg bersuku batak, mengerti dapat arti budayanya sendiri maka mereka bakal mencintai budaya tersebut.

Ditambahkan Theresi lagi, seandainya dahulu tidak sedikit orang yg malu mengakui beliau sbg orang batak, di harapkan biar waktu ini tak lagi berjalan begitu. Budaya batak ini banyak sekali & inilah yg mesti dipahami oleh tidak sedikit anak jejaka, khususnya pemuda batak sendiri.

"Arti dari Batak Do Au merupakan menyampaikan, Saya batak. Maksudnya supaya orang batak sendiri mengakui & bangga menyampaikan beliau bersuku batak," kata Thersia lagi.

Sesudah brandnya ada, sehingga buat makin memperkenalkan kaos ini, di thn 2012 dikala penjualannya telah sejak mulai stabil, Kaos Batak Do Au ini sejak mulai tidak jarang mengikuti pameran seperti Medan city expo.

"Ketika sempat APEC datang ke Medan, mereka lebih tidak sedikit membeli baju dari Kaos Batak Do Au, lantaran dari sudut mutu dirasakan oleh mereka lebih bagus. diluar itu, harga yg ditawarkan serta lebih murah," optimis Theresia.

Memakai bahan cotton combed 30S, satu kaos yg dipasarkan lumayan murah ialah Rupiah 80.000. Menurut Theresia, buat rancangan satu kaos saja, memang lah diperhatikan oleh mereka biar tidak salah bercerita berkaitan budaya batak.

Oleh Karenanya, dari mulai sejak membuat desain hingga menyablon, dikerjakan sendiri oleh mereka, tidak dengan memanfaatkan jasa pekerja. Pembuatan ini dilakukan oleh mereka di rumah produksi yg terletak di Jalan Sekip. Tidak Cuma kaos batak, kios ini pun jual kaos band-band beraliran metal.***(CM02/@perempuankopi)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kaos Batak Do Au, Inspirasi Anak Muda Batak Medan"

Post a Comment

Berikan Tanggapan Yaaa...
Anda boleh memilih jenis komentar diatas untuk berkomentar, namun Anda diharapkan login terlebih dahulu untuk dapat berkomentar dan mendapatkan balasan dari Admin ;)